Program Literasi

  1. Gerakan Literasi Numerasi Sekolah

Gerakan Literasi Numerasi Sekolah merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, murid, orang tua/wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan kolaboratif berbagai elemen. 

Gerakan Literasi Numerasi SMP Negeri 7 Kota Surakarta adalah gerakan yang bertujuan untuk membentuk murid memiliki budaya membaca, menulis dan berpikir kritis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. Gerakan tersebut dilakukan dalam dua bentuk kegiatan yaitu penguatan literasi numerasi dalam pembelajaran dan pembiasaan.  

Kegiatan penguatan literasi numerasi dalam pembelajaran diintegrasikan dalam masing-masing mata pelajaran. Setiap guru memiliki tanggung jawab memasukkan materi literasi dan numerasi dalam pembelajarannya. 

Kegiatan pembiasaan Gerakan Literasi Numerasi dilaksanakan setiap hari kamis di jam pertama bersamaan dengan jam pembinaan wali kelas. Hal tersebut  dilakukan untuk menumbuhkan minat baca murid serta meningkatkan keterampilan dan problem solving terkait numerasi. Materi baca berasal dari buku non pelajaran yang berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan murid dan permasalahan disekitar lingkungan murid.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori. Di abad 21 ini , kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi. Kegiatan literasi numerasi tersebut diselenggarakan dengan monitoring setiap sebulan sekali.

  1. Perpustakaan Keliling

Kegiatan perpustakaan keliling di SMP Negeri 7 dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) setempat sebagai bentuk penguatan budaya literasi sekolah. Program ini dilakukan secara berkala, dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling ke lingkungan sekolah sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.

Mobil perpustakaan Dispersip datang membawa ratusan koleksi buku yang bervariasi, mulai dari novel remaja, buku pengetahuan populer, sains, sejarah, keterampilan, hingga referensi pendukung pembelajaran SMP. Setiap kunjungan berlangsung selama beberapa jam dan dijadwalkan bergiliran per kelas agar seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk membaca dan meminjam buku.

Guru dan petugas Dispersip mendampingi siswa dalam memilih bacaan yang sesuai minat dan kebutuhan belajar. Selain layanan peminjaman, kegiatan juga sering diisi dengan sesi literasi singkat seperti membaca 15 menit, bedah buku ringan, serta kuis literasi untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi warga sekolah karena koleksi bacaan menjadi lebih beragam dan mutakhir. Dengan pelaksanaan yang rutin dan terencana, perpustakaan keliling di SMP Negeri 7 tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga membangun kebiasaan belajar mandiri serta memperluas wawasan peserta didik secara berkelanjutan.

  1. Kegiatan Bulan Bahasa

Agenda tahunan Bulan Bahasa di SMP Negeri 7 Surakarta menjadi salah satu upaya meningkatkan minat literasi dan keterampilan berbahasa siswa. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dengan melibatkan kolaborasi guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa dalam berbagai rangkaian perlombaan edukatif dan inspiratif. Beragam lomba diadakan untuk menggali potensi siswa, seperti lomba story telling berbahasa Inggris, pidato Bahasa Indonesia, geguritan, mendongeng Bahasa Jawa, baca puisi, menulis cerpen, cipta pantun, hingga debat antar kelas. Setiap perlombaan dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah ekspresi, keberanian berbicara di depan umum, serta penguatan karakter percaya diri dan kreatif. Selain perlombaan, sekolah juga menghadirkan forum literasi dengan narasumber eksternal, seperti komunitas Nyalanesia dan para praktisi literasi nasional. Forum ini memberikan wawasan tentang pentingnya membaca dan menulis sebagai keterampilan abad 21. Siswa dan guru mendapatkan motivasi langsung dari penulis dan pegiat literasi mengenai proses kreatif hingga publikasi karya.

Sebagai puncak kegiatan, diselenggarakan workshop kepenulisan buku bagi siswa dan guru. Dalam workshop ini, peserta dibimbing mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, hingga teknik penyuntingan naskah. Melalui agenda Bulan Bahasa yang terstruktur dan berkelanjutan, SMP Negeri 7 Surakarta berkomitmen membangun ekosistem literasi sekolah yang aktif, produktif, dan membanggakan

  1. Pojok Baca

Kegiatan Pojok Baca di SMP Negeri 7 Surakarta merupakan program tahunan yang dilaksanakan bersamaan dengan Bulan Bahasa. Dalam kegiatan ini, setiap kelas membuat perpustakaan sederhana di sudut ruang kelas yang ditata dan dihias sekreatif mungkin. Siswa bekerja sama mengumpulkan buku, membuat rak sederhana, serta menambahkan dekorasi seperti poster literasi, kutipan inspiratif, dan daftar rekomendasi bacaan. Pojok baca kemudian dinilai dan dilombakan berdasarkan kerapian, kreativitas, kelengkapan buku, serta kebermanfaatannya. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian siswa terhadap budaya literasi di kelas.

  1. Optimalisasi Kunjungan dan Peminjaman Perpustakaan

Program  ini merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan budaya literasi dengan mengajak seluruh warga sekolah siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara aktif mengunjungi perpustakaan, membaca, serta meminjam buku secara rutin. Program ini disertai pemberian apresiasi berkala kepada pengunjung dan peminjam buku paling aktif sebagai bentuk motivasi dan penghargaan. Melalui himbauan berkelanjutan dan suasana perpustakaan yang ramah, diharapkan tumbuh kebiasaan membaca yang kuat serta tercipta lingkungan sekolah yang literat dan gemar belajar sepanjang hayat.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait